DEBU SEMESTA RAHMAT/Himmatul Barroroh, M.Si

DESKRPSI BIBLIOGRAFI :

DEBU SEMESTA-RAHMAT

DEBU SEMESTA-RAHMAT

1. Title and Statement of Responsibility Area = DEBU SEMESTA RAHMAT/Himmatul Barroroh, M.Si
2. Edition Area = First Ed, Juni 2007
3. Material Specific Details Area = Religion Statement Area
4. Publication, Distribution, ETC., Area = Malang: Penerbit UIN-Malang Press, 2007
5. Physical Description Area = i,iv,,XIV;126 hlm.14 x 20.5 cm
6. Series Area = AGAMA dATA ARENA
7. Note Area = Bibl. : -, Indeks :
8. Standard Number and Terms of Availability Area = 978-979-403-052-3
9. Specific number area = 01154800
10. Deskripsi Area =
DESKRIPSI BIBLIOGRAFI
1. Judul dan pengarang = DEBU SEMESTA RAHMAT/Himmatul Barroroh, M.Si
2. Cet/Edisi = Pertama, Juni 2007
3. Topik/Klasifikasi = Syare’at Agama Islam Data Area
3. Penerbitan = Malang: Penerbit UIN-Malang Press, 2007
4. Diskripsi Fisik = i,XIV;126 hlm.14 x 20.5 cm
5. Seri = Pendidikan Agama Islam
6. Catatan = Bibl. : -, Indeks :
7. ISBNdan Harga = 979-24-2954-9
8. Nomor Unik = 01118800
9. Daerah deskrepsi =
Dalam memahami persoalan najis anjing, para ulama berbeda pendapat, hal ini disebabkan perbedaan persepsi
dalam menelaah apa yang ada di balik teks. Dalam Al Quran sendiri tidak disebutkan secara langsung tentang keharaman
dan kenajisan anjing. Sebagian ulama memahami anjing sebagai binatang kotor, karenanya anjing adalah najis dan haram
dimakan sebagaimana daging babi, bangkai, dan darah yang mengalir. Sebagaian ulama yang lain memahami ayat tersebut
secara harfiah bahwa yang haram hanyalah yang disebut dalam ayat, sehingga anjing tidak ternasuk binatang yang haram
dimakan dan tidak najis Tampaknya masih terdapat suatu ruang yang sangat luas bagi umat Is;lam untuk menggali lebih
dalam lagi hikmah ilmu di balik najisnya air liur anjing, debu dan bagaimana interaksi fisiko-kimia. Akan dibanding juga
bagaimana interaksi fisiko-kimia bahan pembersih konvensional modern(sabun dan detergen) dengan air liur anjing.
Sebagaimana yang pembaca akan ketahui, penulis yang sekaligus peneliti kajian ini pun tercengan dengan fakta penelitian
yang tak diduga sebelumnya oleh peliti sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s